- Sunday, 05 February 2023
- 873 kali
Muhammad Samsun "Sentil" Pengusaha Tambang
GARISPENA.CO - SAMARINDA - DPRD Kaltim meminta perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) serta Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batu Bara (PKP2B) di Kaltim harus bisa memberikan kontribusi lebih terhadap masyarakat.

Hal itu disuarakan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. Ia dengan tegas meminta setiap perusahaan yang telah memiliki kontrak izin dari pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi lingkungan.
"Setidaknya mau berkerjasama dan ikut memperhatikan kondisi masyarakat Kaltim. Seperti kasus yang terjadi di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara. Akibat aktivitas pertambangan menimbulkan sulitnya sumber air bersih warga sekitar," ujarnya.
Politisi PDIP ini berharap masyarakat yang berada di sekitar area pertambangan dapat merasakan dampak positif atas kehadiran perusahaan pertambangan tersebut. "Jadi bukan hanya sekedar mengambil hasil alam Kaltim. Wajar ketika ada masyarakat yang menuntut bantuan kepad perusahaan pertambangan tersebut," jelasnya.
Untuk itu, DPRD Kaltim memberikan ruang dan fasilitator terhadap masyarakat dan perusahaan agar ada kenyamanan atas kehadiran korporasi dapat bekerja dengan baik.
"Ini dilakukan demi menghindari konflik yang kerap terjadi antara perusahaan dan warga sekitar, warga yang merasa tidak nyaman atas kehadiran perusahaan dikhawatirkan terjadi konflik sosial," imbuhnya.(adv/tw)
-
Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa transformasi pendidikan digital tidak cukup berhenti pada wacana atau kebijakan normatif. Upaya tersebut har...
-
Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menilai pembangunan sektor pendidikan perlu diarahkan pada penguatan sistem pembelajaran secara menyeluruh, bukan hanya berfo...
