Dapur MBG Di Lapas Samarinda Rampung 90 Persen, Ditarget Beroperasi Juli 2026
Samarinda - Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Lapas Kelas IIA Samarinda terus menunjukkan progres. Hingga akhir Juni 2026, pembangunan dapur tersebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, mengatakan pihak lapas hanya menyediakan lahan dan lokasi pembangunan. Sementara pengelolaan dan operasional dapur nantinya akan dijalankan oleh yayasan yang telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
"Saat ini progres pembangunan dapur SPPG yang ada di Lapas Kelas IIA Samarinda sudah mencapai 90 persen. Kami memang hanya menyediakan lahan dan titik lokasi, sedangkan pelaksanaannya nanti dilakukan oleh yayasan yang sudah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," ujar Yohanis, Rabu (24/6/2026).
Yohanis optimistis pembangunan dapat rampung pada awal Juli 2026. Menurutnya, berbagai fasilitas penunjang seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan peralatan dapur juga hampir seluruhnya siap digunakan.
"Kalau untuk penyelesaiannya mudah-mudahan awal Juli sudah selesai. Saat ini pembangunan sudah hampir 90 persen dan peralatan-peralatan yang dibutuhkan juga sudah siap," katanya.
Ia menegaskan sejauh ini proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Seluruh pekerjaan disebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
"Dalam pembangunan tidak ada kendala. Semuanya berjalan lancar sesuai harapan dan rencana," jelasnya.
Warga Binaan Akan Diberdayakan
Yohanis mengungkapkan, keberadaan dapur MBG di lingkungan lapas juga menjadi bagian dari program pembinaan warga binaan. Sesuai program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, warga binaan akan dilibatkan dalam operasional dapur sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki.
Menurutnya, warga binaan dapat membantu berbagai pekerjaan, baik teknis maupun nonteknis, seperti pengolahan makanan hingga pekerjaan pendukung lainnya.
"Kami memang diarahkan untuk memberdayakan warga binaan dalam program MBG ini. Mereka bisa membantu pekerjaan yang ada di dapur sesuai kemampuan dan keterampilannya," ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, pihak lapas telah menyiapkan berbagai pelatihan, terutama di bidang tata boga. Sejumlah warga binaan bahkan telah memiliki sertifikasi keterampilan yang dapat menunjang pekerjaan di dapur SPPG.
"Kami sudah mempersiapkan mereka melalui pelatihan-pelatihan, termasuk tata boga. Jadi ketika nantinya dilibatkan, mereka sudah memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar," katanya.
Meski demikian, jumlah warga binaan yang akan diberdayakan masih menyesuaikan kebutuhan operasional dapur. Yohanis memperkirakan sekitar lima hingga sepuluh orang dapat dilibatkan pada tahap awal.
"Kalau kebutuhan mungkin lima sampai sepuluh orang, kami siap menyiapkan. Yang jelas mereka sudah memenuhi syarat dan masuk dalam program pembinaan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.
Tunggu Ketentuan BGN
Terkait operasional dapur MBG, Yohanis menyebut pihak lapas sebenarnya siap memulai pada Juli 2026 setelah pembangunan selesai. Namun pelaksanaan penuh tetap menunggu arahan dan ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kalau kesiapan kami, bulan Juli sudah siap. Tetapi untuk operasionalnya tetap mengikuti aturan dan kebijakan dari BGN," pungkasnya.
Pinpoint: Pembangunan dapur MBG atau SPPG di Lapas Kelas IIA Samarinda telah mencapai 90 persen dan ditargetkan selesai serta siap beroperasi pada Juli 2026 dengan melibatkan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan.
