Berita Update

(Terbaru)
Angela Idang Belawan yang sedang berdialog dengan siswi TK Negeri Pembina

Mahulu - Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun ajaran 2026/2027 di dua sekolah di Ujoh Bilang. Selain memastikan kegiatan berjalan baik, Angela menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak sejak usia dini.

Monitoring dan evaluasi dilakukan di TK Merpati dan TK Negeri Pembina, Ujoh Bilang, Rabu, 22 Juli 2026. Angela datang bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahakam Ulu untuk melihat langsung pelaksanaan MPLS sekaligus kondisi lingkungan belajar.

Kedatangan Angela disambut para murid bersama guru. Ia menyapa dan berinteraksi dengan anak-anak sebelum meninjau kegiatan pembelajaran dan fasilitas yang tersedia di masing-masing sekolah.

MPLS menjadi salah satu tahapan awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, serta aktivitas pembelajaran. Bagi anak usia dini, masa pengenalan tersebut juga menjadi proses adaptasi sebelum mengikuti kegiatan belajar secara penuh selama satu tahun ajaran.

Angela mengatakan pelaksanaan MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Ia meminta proses pendidikan PAUD tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.

"Saya berharap, mulai dari MPLS hingga proses pendidikan selama satu tahun ke depan, anak-anak mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga dapat terus bermain dan belajar dengan riang," ujar Angela saat mengunjungi TK Merpati.

Menurut dia, suasana belajar yang menyenangkan penting bagi anak usia dini karena mereka masih berada dalam tahap perkembangan dasar. Pembelajaran yang terlalu menekan justru dapat mengurangi minat anak dalam mengikuti proses pendidikan.

Karena itu, Angela mendorong guru menggunakan metode pembelajaran yang kreatif. Kegiatan belajar diharapkan dapat membantu anak memperoleh pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan dasar sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Namun, pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Angela menilai keluarga memiliki peran yang sama penting dalam membentuk kebiasaan, karakter, dan kemampuan anak.

Ia meminta orang tua tidak menyerahkan seluruh proses pendidikan kepada sekolah. Pendampingan di rumah diperlukan agar perkembangan anak dapat dipantau secara berkelanjutan.

"Kepada para orang tua, saya berpesan agar tidak hanya mengandalkan sekolah. Dampingi dan didik anak di rumah, dukung mereka sesuai bakat, minat, dan potensinya serta tanamkan rasa hormat kepada guru," katanya.

Guru dan Orang Tua Perlu Berkolaborasi

Dalam kunjungan ke TK Negeri Pembina, Angela kembali menyoroti kebutuhan penguatan layanan pendidikan anak usia dini. Menurut dia, peningkatan kualitas PAUD membutuhkan dukungan pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dukungan tersebut tidak hanya berupa pembangunan maupun perbaikan fasilitas. Kualitas sumber daya manusia yang mendampingi anak juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

Lingkungan belajar, fasilitas bermain, metode pembelajaran, serta kemampuan guru dalam memahami karakter setiap anak harus berjalan beriringan. Anak usia dini memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga pendekatan pendidikan tidak dapat diseragamkan sepenuhnya.

Karena itu, Angela berencana mendorong kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu untuk menyelenggarakan pelatihan bagi guru dan orang tua.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pola pendampingan anak sekaligus membangun koordinasi antara sekolah dan keluarga.

Menurut Angela, kolaborasi tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi anak yang memiliki kebutuhan khusus. Guru dan orang tua perlu memiliki pemahaman yang memadai agar dapat memberikan pendampingan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Pendampingan yang tepat sejak usia dini diharapkan membantu anak berkembang secara optimal. Selain itu, anak dapat memperoleh lingkungan yang mendukung untuk membangun kemampuan sosial, emosional, dan dasar-dasar pembelajaran sebelum memasuki pendidikan dasar.

Pendekatan tersebut juga menempatkan orang tua sebagai bagian aktif dalam proses pendidikan. Mereka tidak hanya berperan mengantar anak ke sekolah, tetapi juga mengenali perkembangan, bakat, minat, serta kesulitan yang mungkin dihadapi anak.

Pemerintah Pantau Kebutuhan PAUD

Kunjungan ke TK Merpati dan TK Negeri Pembina merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mahulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pemerintah daerah ingin memastikan masa awal tahun ajaran berjalan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Angela juga melihat kondisi lingkungan belajar secara langsung. Menurut dia, pemerintah perlu mengetahui kebutuhan sekolah berdasarkan kondisi lapangan, bukan semata-mata melalui laporan administratif.

Peningkatan layanan PAUD, kata dia, perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan fasilitas belajar dan bermain yang layak. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung anak mengikuti proses pendidikan.

Namun, pembangunan fasilitas saja tidak cukup. Kualitas interaksi antara guru dan anak juga menjadi faktor yang menentukan pengalaman pendidikan pada usia dini.

Karena itu, pelatihan guru menjadi salah satu rencana yang akan didorong pemerintah daerah. Peningkatan kompetensi pendidik diharapkan membuat proses pembelajaran lebih kreatif dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan anak.

Pada saat yang sama, orang tua juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai cara mendampingi anak di rumah. Keselarasan pendekatan antara sekolah dan keluarga akan membantu anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih konsisten.

Bagi Mahulu, penguatan pendidikan usia dini menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia dalam jangka panjang. Anak-anak yang saat ini mengikuti MPLS PAUD akan menjadi bagian dari generasi yang kelak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan memasuki dunia kerja.

Karena itu, perhatian terhadap pendidikan tidak cukup dimulai ketika anak memasuki sekolah dasar. Tahap PAUD menjadi fondasi untuk membangun kemampuan dasar sekaligus karakter anak.

Angela berharap pelaksanaan MPLS tidak berhenti sebagai kegiatan pengenalan sekolah pada awal tahun ajaran. Masa tersebut harus menjadi pintu masuk bagi terciptanya proses pendidikan yang menyenangkan dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong sekolah terus menciptakan ruang belajar yang memungkinkan anak bermain sekaligus belajar. Dengan pendekatan tersebut, anak dapat mengenali lingkungan sekolah tanpa kehilangan kesempatan untuk berkembang sesuai tahap usianya.

Monitoring tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu Samson Batang serta Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Suyati beserta jajaran.

Pemerintah Kabupaten Mahulu selanjutnya akan mendorong penguatan kapasitas guru dan orang tua melalui program pelatihan. Fokusnya bukan hanya pada peningkatan kemampuan mengajar, tetapi juga memastikan anak, termasuk mereka yang membutuhkan pendampingan khusus, memperoleh dukungan yang sesuai.

Pada akhirnya, kualitas pendidikan anak usia dini tidak hanya diukur dari seberapa banyak anak mampu membaca atau berhitung ketika memasuki sekolah dasar. Yang tidak kalah penting adalah apakah anak merasa aman, mampu berinteraksi, percaya diri, mengenali potensinya, dan memiliki pengalaman positif terhadap proses belajar.

Di titik itu, sekolah dan keluarga memiliki pekerjaan yang sama. Pemerintah daerah dapat menyediakan kebijakan dan fasilitas, tetapi perkembangan anak tetap membutuhkan pendampingan manusia yang konsisten setiap hari. (ADV)