Berita Update

(Terbaru)
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan saat memeringati upacara HUT RI ke-81

Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) masih menghadapi pekerjaan rumah dalam membuka keterisolasian wilayah, terutama akses menuju Kecamatan Long Apari. Pemerintah daerah tengah mengupayakan pembukaan jalur dari Long Pahangai menuju Tiong Ohang hingga Long Apari, sementara kondisi kemarau membuat kebutuhan terhadap akses dan distribusi bantuan semakin mendesak.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan pembangunan infrastruktur dan konektivitas menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan yang dirasakan masyarakat sejak Mahulu berdiri sebagai daerah otonom. Menurut dia, kemerdekaan tidak berarti seluruh persoalan pembangunan telah selesai.

Hal tersebut disampaikan Angela seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Tribun Ujoh Bilang, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut Angela, sejumlah wilayah di Mahulu telah merasakan perubahan akses setelah pembangunan dilakukan secara bertahap. Namun, kondisi geografis kabupaten tersebut masih menjadi tantangan dalam membuka konektivitas secara menyeluruh.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Long Apari. Akses menuju kawasan tersebut masih memerlukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur agar mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan dapat berjalan lebih baik.

"Setelah pemekaran Mahulu, kita bisa merasakan akses jalan yang sudah ada, walaupun masih terkendala di daerah Long Apari, yang sampai saat ini kita upayakan dan usahakan akan membuka jalan tersebut," ujar Angela.

Persoalan akses tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi kemarau yang sedang dihadapi Mahulu. Pemerintah daerah mulai memetakan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat untuk menentukan langkah penanganan.

Angela mengatakan telah menggelar rapat terbatas bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan. Pemerintah daerah juga mempersiapkan langkah penanganan seiring meningkatnya ancaman akibat musim kering.

"Kemarin saya sempat mengajak beberapa OPD untuk mengadakan rapat terbatas. Saya ingin mengetahui keadaan Mahakam Ulu yang sedang mengalami kemarau. Jadi status kita sekarang sudah di tahap siaga dan akan masuk ke tahap tanggap darurat," katanya.

Status tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak kemarau menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah bersamaan dengan upaya menjaga kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi geografis Mahulu yang terdiri atas wilayah pedalaman dengan akses transportasi terbatas membuat ketersediaan jalur penghubung menjadi faktor penting dalam penanganan keadaan darurat.

Perhatian pemerintah terutama diarahkan kepada masyarakat di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari kawasan yang menghadapi tantangan aksesibilitas, terutama ketika kondisi cuaca mempengaruhi mobilitas dan distribusi kebutuhan masyarakat.

Dalam kondisi seperti itu, keberadaan akses jalan menjadi lebih dari sekadar infrastruktur transportasi. Jalur penghubung dibutuhkan untuk mendukung pergerakan masyarakat, distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, serta mobilisasi berbagai sumber daya ketika terjadi kondisi darurat.

Karena itu, Pemkab Mahulu terus mendorong pembukaan akses menuju Long Apari. Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah rute dari Long Pahangai menuju Tiong Ohang hingga Long Apari.

Angela mengatakan pembangunan tidak harus langsung dimulai dengan konstruksi jalan dalam kondisi ideal. Menurut dia, pembukaan jalur terlebih dahulu dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan keterhubungan wilayah.

"Tidak apa-apa untuk membuka jalannya mengaksesnya dengan jalan tanah terlebih dahulu. Yang penting pembukaan jalannya kita lakukan," tuturnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah lebih menekankan terbukanya akses awal sebagai tahapan untuk kemudian meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap. Dengan jalur yang telah terbuka, peningkatan kondisi jalan dapat dilakukan sesuai kemampuan dan dukungan anggaran yang tersedia.

Upaya membuka akses menuju Long Apari juga membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi. Angela mengatakan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus dilakukan, termasuk untuk memperoleh dukungan peralatan dan sumber daya yang dibutuhkan dalam proses pembukaan jalan.

Dukungan alat berat menjadi salah satu kebutuhan dalam pekerjaan pembukaan jalur, terutama pada wilayah dengan kondisi medan yang sulit. Selain alat berat, pemerintah daerah juga mengupayakan bentuk dukungan lain agar pembangunan akses dapat terus berjalan.

"Ini masih terus diupayakan oleh Pak Gubernur dan Pak Wakil untuk membantu kita, pertama melalui bantuan alat berat dan support lainnya untuk jalan tersebut agar kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi," jelas Angela.

Bagi Mahulu, persoalan konektivitas merupakan bagian penting dari agenda pembangunan daerah. Wilayah yang memiliki tantangan geografis membutuhkan infrastruktur yang mampu menghubungkan masyarakat dengan pusat pemerintahan maupun layanan dasar.

Akses yang lebih baik juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur transportasi yang terbuka dapat mempermudah pergerakan barang dan orang serta memperluas hubungan antara kampung dan kecamatan dengan wilayah lain.

Dalam konteks penanganan kemarau, konektivitas juga memiliki fungsi strategis. Ketika kondisi darurat terjadi, akses transportasi dibutuhkan untuk mendukung mobilisasi personel, peralatan, maupun kebutuhan masyarakat.

Angela menegaskan pembukaan akses tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan masyarakat di wilayah dengan tantangan geografis tetap memperoleh perhatian pembangunan.

Menurut dia, kemerdekaan perlu dimaknai sebagai dorongan untuk terus menyelesaikan persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Pembangunan yang telah berjalan menjadi dasar untuk melanjutkan pekerjaan yang belum tuntas.

"Jadi kembali lagi jika ditanyakan Mahakam Ulu sebenarnya sudah merdeka, sudah merdeka," tegas Bupati.

Pernyataan tersebut disampaikan Angela setelah sebelumnya menjelaskan bahwa pembangunan jalan dan perkembangan akses internet telah membuat masyarakat Mahulu semakin terhubung dengan dunia luar. Namun, capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah menghentikan pembangunan di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.

Menurut Angela, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI justru harus menjadi pengingat bahwa pembangunan merupakan proses yang terus berlangsung. Kemerdekaan harus diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Karena itu, pembangunan akses jalan, penguatan konektivitas digital, dan penanganan kondisi kemarau menjadi sejumlah agenda yang perlu dilakukan secara bersamaan. Pemerintah daerah juga membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan berbagai pihak untuk mempercepat pekerjaan tersebut.

"Saya berharap semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam melanjutkan pembangunan Mahulu, sehingga kemerdekaan semakin nyata dirasakan oleh masyarakat hingga ke wilayah paling ujung," ungkapnya.

Pembangunan konektivitas menuju Long Apari menjadi salah satu gambaran bahwa tantangan pembangunan Mahulu belum sepenuhnya selesai. Pembukaan jalur dari Long Pahangai menuju Tiong Ohang hingga Long Apari menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi keterisolasian wilayah.

Di sisi lain, kondisi kemarau menambah kebutuhan terhadap kesiapsiagaan pemerintah daerah. Penetapan status siaga dan rencana masuk tahap tanggap darurat menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dan kebencanaan juga harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.

Dengan kondisi tersebut, pembangunan Mahulu tidak hanya berkaitan dengan membuka jalan baru, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun mampu mendukung pelayanan masyarakat dalam situasi normal maupun ketika terjadi keadaan darurat.

Pemerintah Kabupaten Mahulu menyatakan akan terus mendorong pembukaan akses dan memperkuat konektivitas antarkawasan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pembangunan sekaligus memastikan masyarakat yang berada di wilayah paling jauh tetap mendapatkan akses terhadap pelayanan dan kebutuhan dasar.

Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya menjadi titik refleksi bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. Kemerdekaan yang telah dirasakan masyarakat Mahulu menjadi modal untuk terus bergerak, sementara keterbatasan akses di sejumlah wilayah menjadi pekerjaan yang masih harus diselesaikan. (ADV)