Berita Update

(Terbaru)
Pekerjaan pembukaan dan peningkatan akses jalan di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus dilakukan untuk mendukung konektivitas antarkampung dan mobilitas masyarakat

Mahulu - Mobilisasi alat berat menjadi tantangan utama dalam penanganan kerusakan jalan menuju Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu. Kondisi medan yang sulit serta minimnya ketersediaan alat berat di sekitar lokasi membuat upaya pembukaan akses jalan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pekerjaan di wilayah lain.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mahakam Ulu, Didik Subagya, mengatakan pemerintah daerah tetap menargetkan pembukaan akses dari simpang Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai, menuju Tiong Ohang dapat dilakukan dalam waktu sekitar dua pekan. Namun, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada proses mobilisasi peralatan ke lokasi pekerjaan.

Menurut Didik, persoalan utama bukan semata-mata pekerjaan perbaikan jalan, melainkan bagaimana membawa alat berat ke kawasan yang memiliki akses terbatas dan medan yang cukup berat.

"Mobilisasi alat kami ini tidak bisa pakai loader. Untuk menuju ke TKP saja paling cepat empat hari empat malam. Jalan terus, paling tidur sebentar, jalan lagi. Itu yang tidak efektifnya kami," kata Didik.

Ia menjelaskan, perjalanan alat berat menuju lokasi memerlukan waktu berhari-hari karena kondisi jalur yang harus dilalui. Tidak seperti pekerjaan infrastruktur di kawasan yang memiliki akses jalan memadai, alat berat yang akan digunakan di wilayah hulu Mahakam harus menempuh perjalanan panjang sebelum dapat mulai beroperasi.

Situasi tersebut menjadi salah satu hambatan yang kerap dihadapi pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur jalan di kawasan pedalaman Mahakam Ulu. Selain faktor jarak, kondisi geografis yang didominasi perbukitan, kawasan hutan, dan akses transportasi terbatas turut memengaruhi kecepatan pelaksanaan pekerjaan.

Didik mengatakan kendala lain yang dihadapi adalah tidak adanya perusahaan di sekitar lokasi yang memiliki unit alat berat yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan jalan.

Pada sejumlah proyek infrastruktur di daerah lain, keberadaan perusahaan perkebunan, pertambangan, atau kehutanan sering kali membantu percepatan pekerjaan karena memiliki alat berat yang dapat digunakan dalam kondisi darurat. Namun situasi tersebut tidak ditemukan di kawasan yang menjadi lokasi pekerjaan saat ini.

"Di area itu tidak ada perusahaan yang punya alat berat. Yang saya sebutkan perusahaan kayu tadi rupanya somil saja, jadi memang tidak ada unit alat berat. Kosong," sebut Didik.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus mengandalkan peralatan yang dimiliki atau didatangkan dari lokasi lain. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk mobilisasi menjadi lebih panjang dan berdampak terhadap jadwal pekerjaan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas PUPR Mahulu berupaya mempercepat pengangkutan alat berat menggunakan kendaraan pengangkut khusus dari lokasi yang memiliki akses lebih baik. Peralatan yang dibutuhkan telah diarahkan untuk segera menuju titik pekerjaan agar proses pembukaan akses dapat segera dimulai.

Pembukaan akses menuju Tiong Ohang menjadi perhatian pemerintah daerah karena wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan strategis di Kecamatan Long Apari yang masih menghadapi tantangan konektivitas. Infrastruktur jalan dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga akses pelayanan dasar.

Perbaikan konektivitas menuju wilayah perbatasan juga menjadi bagian dari agenda pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu yang selama beberapa tahun terakhir terus berupaya membuka keterisolasian sejumlah kampung di kawasan hulu.

Sebelumnya, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menyebut akses menuju Long Apari masih menjadi salah satu pekerjaan rumah pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Pemerintah daerah terus berupaya membuka dan meningkatkan kualitas jalan agar masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang lebih baik.

Di tengah kondisi musim kemarau yang sempat melanda wilayah Mahakam Ulu, akses jalan juga menjadi semakin penting karena berpengaruh terhadap distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat. Ketika transportasi sungai mengalami kendala akibat surutnya debit air, jalur darat menjadi alternatif yang perlu diperkuat.

Karena itu, pembukaan akses dari Long Pakaq menuju Tiong Ohang dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan hulu Mahakam.

Dalam kesempatan yang sama, Didik juga memberikan penjelasan mengenai kerusakan jalan di kawasan Sungai Pakaq yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. Ia menegaskan lokasi kerusakan tersebut bukan berada di jalan poros yang menghubungkan simpang Long Pakaq dengan Tiong Ohang.

Menurut dia, kerusakan terjadi pada jalur yang berada sekitar empat kilometer masuk dari jalan utama. Akses tersebut digunakan oleh pihak tertentu dan bukan bagian dari ruas utama yang saat ini menjadi fokus penanganan pemerintah daerah.

"Yang rusak itu di Sungai Pakak, bukan di jalan poros. Itu masuk sekitar empat kilometer. Ada alat perusahaan yang lewat di situ, tetapi sudah diganti oleh pihak perusahaan," jelasnya.

Didik mengatakan kerusakan pada akses tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang menggunakan jalur tersebut. Karena itu, pemerintah daerah saat ini lebih memfokuskan perhatian pada pembukaan akses menuju Tiong Ohang yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Penanganan jalan di wilayah pedalaman Mahakam Ulu selama ini memang menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan daerah perkotaan. Selain keterbatasan alat dan medan yang berat, faktor cuaca juga sering mempengaruhi progres pekerjaan.

Pada musim hujan, jalan tanah yang belum mantap dapat menjadi sulit dilalui karena berubah menjadi lumpur. Sebaliknya, saat musim kemarau, akses transportasi sungai yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat juga dapat terganggu akibat surutnya permukaan air.

Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur di Mahakam Ulu memerlukan perencanaan yang lebih kompleks serta dukungan peralatan yang memadai. Pemerintah daerah menilai keberadaan alat berat di lokasi strategis menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mempercepat respons terhadap kerusakan maupun pembukaan akses baru.

Meski menghadapi berbagai kendala, Dinas PUPR Mahulu tetap berupaya mempertahankan target pembukaan akses menuju Tiong Ohang. Mobilisasi alat berat yang saat ini sedang dilakukan diharapkan dapat mempercepat dimulainya pekerjaan di lapangan.

Jika proses tersebut berjalan sesuai rencana, akses dari simpang Long Pakaq menuju Tiong Ohang dapat mulai terbuka dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat konektivitas wilayah hulu. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi keterisolasian kawasan perbatasan serta mendukung mobilitas masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu. (ADV)