Borneo FC Tundukkan Yangon United 2-0: Fokus, Tangguh, Dan Layak Menang
Samarinda - Borneo FC Samarinda sukses mengamankan tiga poin krusial usai menundukkan wakil Myanmar, Yangon United, dengan skor 2-0 pada laga babak grup AFC Challenge League 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026).
Kemenangan ini diraih skuad Pesut Etam di tengah padatnya jadwal pertandingan dan perjalanan panjang yang cukup menguras fisik. Kendati puas dengan hasil akhir, pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, menilai timnya seharusnya bisa menang dengan skor lebih mencolok jika penyelesaian akhir lebih maksimal.
Mauro mengungkapkan, anak asuhnya harus menjalani perjalanan marathon dengan total waktu lebih dari 60 jam usai melakoni laga di Buriram dan Jawa. Kondisi ini memaksa tim pelatih bekerja ekstra keras untuk memulihkan kebugaran para pemain.
"Saya pikir para pemain memberikan respons yang baik. Mereka fokus, mencoba segala cara, dan memberikan 100 persen kemampuan mereka. Kemenangan ini datang karena kami memang layak mendapatkannya," ujar Mauro usai pertandingan, Minggu (18/10/2026).
PR Penyelesaian Akhir
Meski meraih poin penuh, Mauro menyoroti efektivitas lini depan anak asuhnya. Pelatih asal Portugal itu menilai Borneo FC menciptakan banyak peluang bersih yang gagal dikonversi menjadi gol.
"Tentunya, kami menciptakan begitu banyak peluang. Namun, kami masih perlu meningkatkan penyelesaian akhir, karena saya pikir kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol," ungkap Mauro.
Menurutnya, rapatnya barisan pertahanan Yangon United menjadi tantangan tersendiri bagi Pesut Etam sepanjang laga. Lawan tampil sangat defensif dengan menumpuk hingga 10 pemain di belakang bola.
"Kami tahu pertandingan tipe seperti ini, lawan bertahan sangat kompak. Tidak mudah membongkar pertahanan seperti itu. Kami berhasil mengalirkan bola, melepaskan banyak umpan silang, dan mengirim bola ke kotak penalti. Setidaknya kami punya empat atau lima peluang emas," jelasnya.
Mauro menambahkan, faktor kecemasan dan hasrat tinggi untuk segera mencetak gol saat bermain di kandang sendiri cukup memengaruhi ketenangan pemain di depan gawang. Gol pertama akhirnya menjadi kunci membongkar pertahanan lawan.
"Satu-satunya cara dalam sepak bola adalah bekerja keras. Tidak ada solusi ajaib. Ini hanya tentang kerja, kerja, dan kerja. Insyaallah kami akan mencetak lebih banyak gol di laga berikutnya," tegas sang juru taktik.
Kerja Keras Kolektif Tim
Sementara itu, pemain Borneo FC, Moussa Diarra, dinobatkan sebagai Player of the Match dalam pertandingan tersebut. Kendati menyabet penghargaan individu, pemain asal Mali ini enggan jemawa dan memilih menyoroti performa kolektif tim.
"Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan. Bermain di negara lain tentu tidak mudah. Namun dengan kerja keras, seluruh pemain, pelatih, dan staf sangat layak mendapatkan kemenangan ini," kata Diarra.
Ia juga mengajak seluruh pendukung setia Borneo FC untuk terus memberikan dorongan positif bagi tim yang sedang berjuang di kompetisi antarklub Asia ini.
"Saya tidak terlalu suka membicarakan diri sendiri. Lebih penting membicarakan tim, karena kami memiliki kedalaman tim yang sangat bagus," pungkasnya.
(Muhammad Yusuf)
