Berita Update

(Terbaru)
Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Bambang Soepriyadi saat melaksanakan donor darah

Samarinda - DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan bakti sosial ini diikuti sekitar 50 peserta dari internal pengurus partai dan masyarakat sekitar sekretariat.

Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Bambang Soepriyadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional Partai Demokrat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

"Hari ini kita mengadakan donor darah. Ini merupakan arahan dari DPP Partai Demokrat. Secara nasional ini gerakan nasional, hari ini serempak seluruh Indonesia, baik dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota," kata Bambang.

Dia mengatakan kegiatan donor darah tersebut menjadi bentuk kepedulian partai terhadap masyarakat. Menurutnya, donor darah mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi orang yang membutuhkan.

"Pesertanya dari internal pengurus DPD plus masyarakat sekitar sekretariat DPD. Total peserta ada sekitar 50-an orang," ujarnya.

Bambang menyebut kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan perdana di tingkat DPD Partai Demokrat Kaltim. Melihat antusiasme peserta, pihaknya berencana menjadikan donor darah sebagai agenda rutin.

"Rencana dengan melihat antusias masyarakat, ini bagus untuk menumbuhkan rasa solidaritas, gotong royong, dan empati terhadap sesama. Nanti kita akan buat rutin, minimal setahun tiga kali atau empat bulan sekali," jelasnya.

Dia menambahkan kegiatan sosial tersebut juga menjadi salah satu bentuk pengabdian partai politik kepada masyarakat, di luar aktivitas politik praktis.

"Partai politik juga punya fungsi untuk pengabdian di masyarakat. Itu yang Mas AHY sampaikan," imbuhnya.

Demokrat Kaltim Siapkan Program UMKM

Selain kegiatan sosial, Bambang mengatakan DPD Partai Demokrat Kaltim juga memiliki rencana menyusun program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, program tersebut belum dirancang secara terperinci.

Menurutnya, penyusunan program perlu dilakukan secara matang agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

"Bantuan UMKM sampai hari ini kita belum menyusun programnya. Itu harus disusun dengan baik supaya nanti tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan kelas UMKM itu sendiri," tuturnya.

Bambang menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menjalankan program tanpa perencanaan yang baik karena dikhawatirkan bantuan yang diberikan tidak memberikan manfaat maksimal.

"Jangan sampai buru-buru, tidak tepat sasaran, akhirnya mubazir. Tapi nanti memang programnya ke sana," katanya.

Sementara itu, untuk sektor pertanian dan peternakan, Bambang menyebut pihaknya belum menyusun program khusus. Dia menilai kedua sektor tersebut membutuhkan dukungan dengan cakupan yang cukup besar.

Meski begitu, Demokrat Kaltim membuka peluang berkoordinasi dengan anggota DPR RI, khususnya yang duduk di Komisi IV, untuk menyalurkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan di sektor tersebut.

"Ke depan kita bisa koordinasi dengan komisi terkait di DPR RI. Mungkin kita bisa menyalurkan aspirasinya melalui anggota DPR RI yang duduk di Komisi IV," pungkasnya.

Dia mencontohkan sejumlah kebutuhan petani yang dapat diperjuangkan, mulai dari bantuan alat pertanian, pupuk bersubsidi hingga bibit.